1060

sedang migrasi dari konsepbiologi.wordpress.com

slide 2 title

sedang migrasi dari konsepbiologi.wordpress.com.

slide 3

sedang migrasi dari konsepbiologi.wordpress.com

slide 4 =

sedang migrasi dari konsepbiologi.wordpress.com

slide 5

sedang migrasi dari konsepbiologi.wordpress.com

Showing posts with label makrofag. Show all posts
Showing posts with label makrofag. Show all posts

Tuesday, September 13, 2011

jaringan ikat.

Jaringan ikat.

untuk mempelajari jaringan ikat pada hewan yang sebenarnya, Anda harus tahu terlebih dahulu seperti apakah komponen dasar jaringan ikat tersebut.

Jaringan ikat memiliki dua komponen dasar yaitu:

  1. matriks
  2. sel-sel penyusun jaringan ikat.

1.1. Matriks

Matriks sendiri masih terbagi lagi menjadi 2 yaitu serat dan bahan dasar. Untuk seratnya ada 3 macam semuanya terbuat dari protein, jika tidak terbuat dari kolagen ya elastin. Ketiga macam serat itu adalah serat kolagen, serat elastin, dan serat retikulin. Karakter seratnya dapat dilihat dari beberapa apek.

Aspek yang pertama adalah protein penyusunnya. 

  • serabut kolagen dan retikeler terbuat dari protein kolagen
  • serabut elastin terbuat dari protein elastin
kemudian untuk membedakan antara kolagen dan retikuler adalah mana yang lebih tips, dalam hal ini retikuler lebih tipis seratnya dan lebih pendek. yang kedua serat retikuler masih dilapisi oleh glikoprotein.
Aspek yang kedua untuk membedakan ketiga serat adalah dari warnanya:
  • serabut kolagen berwana putih
  • serabut elastin berwarna kuning
1.2.  Bahan dasar
bahan dasar dari matrik terbuat dari mukoolisakarida sulfat dan asam hialuronat. Jika konsentrasi asam hialuronatnya rendah akan menyebabkan matrik yang kaku dan jika konsentrasinya meningkat akan menyebabkan sifat yang semakin lentur.
bagian yang kedua penyusun jaringan ikat selain matriks adalah sel-sel jaringan ikat. Sel-sel jaringan ikat yang menyusun jaringan ikat antara lain adalah:
1. fibroblast
2. makrofag
3. sel darah
4. sel tiang
5. sel lemak
mari kita lihat fungsi masing-masing setiap sel jaringan ikat.
1.2.1 Fibroblast
berfungsi untuk mensintesis protein yang menyusun serat matriks
1.2.2 makrofag
berfungsi dalam hal fagositosis me"makan" sel bakteri
1.2.3 sel darah
 berfungsi untuk sirkulasi gas dan makanan, juga pertahanan tubuh terhadap antigen
1.2.4 sel tiang
berfungsi menghasilkan histamin  dan heparin.
Histamin berperan dalam meningkatkan permeabilitas membran bagi sel darah putih untuk dapat melakukan diapedesis ke jaringan yang diserang antigen.
Heparin berperan daam anti koagulan dengan mekanisme menghambat pembentukan trombin dari protrombin.
1.2.5 Sel lemak
sel yang berfungsi untuk menyimpan lemak
Jadi secara keseluruhan jaringan ikat pasti tersusun atas serat bersama salah satu selnya. 

Karakter umum jaringan ikat antara lain:

1. banyak dijumpai pada tubuh.

2. Sel dari jaringan ikat tidak tersusun berdekatan, tapi dihubungkan oleh matriks

3. Matriks merupakan penyusun dasar jaringan ikat yang terbuat dari serat protein yang susunannya beragam dan komposisi yang bervariasi.

4. Komposisi matriks menentukan macam dan karakter jaringan ikat dari fluid hingga keras.

5. macam-macam sel jaringan ikat.

  • fibroblas yang mensintesis serat protein untuk membentuk matrik
  • sel tiang yang biasanya terdapat di dekat pembuluh darah dan menghasilkan heparin yang mencegah darah membeku.
  • makrofag yang berperan sebagai sistem kekebalan tubuh.

berikut ini adalah 8 macam jaringan ikat:

  1. Jaringan ikat longgar
  2. jaringan ikat padat
  3. jaringan lemak
  4. jaringan retikuler
  5. jaringan elastis
  6. Darah
  7. Kartilago
  8. Tulang

1. Jaringan ikat longgar disebut jaringan areolar. Jaringan ini tipis, lunak yang mengandung banyak serat kolagen dan elastis pada matriks yang menyerupai jely.

2.Jaringan ikat fibrosa ada dua variasi yaitu jaringa ikat fibrosa padat teratur dan mengikat serabut kolagen yang ditemppatkan di matriks. JAringan ini membentuk tendon dan ligaent tubuh. Yang kedua adalah jaringan ikat fibrosa padat tidak teratur, jaringan ini dapat dijumpai pada dermis kulit dimana serat penyususnnya atersusun lebih acak.

3. Jaringan ikat retikuler banyak mengandung banyak serabut retikuler. Jaringan ini mendukung dinding organ yang lunak seperti liver dan limpa.

4. Jaringan ikat elastis tersusun dari serabut yang mendukung karakter elastis, sehingga mendukung untuk meregang dan bisa dijumpai pada dinding arteri.

5. jaringan ikat lemak dikenal sebagai lemak. Jaringan ini berhubungan dengan jaringan ikat longga dan menyimpan energi dan bantalan untuk melindungi organ. Nuklei dari lemak umumnya terdorong ke bagian tepi karena efek dari penyimpanan lemak di dalam sel

6. Jaringan darah memiliki matrik yang disebut dengan plasma. Elemen yang dibentuk oleh jaringan ini adalah sel darah putih, sel darah merah dan keping darah.

7. jaringan kartilago matriksnya semi-keras, selnya dsebeut kondrosit yang terdapat di dalam "danau" yang disebut lakuna. Jaringan ini ada 3 macam. Yaitu

  • Kartilago hialin --> matriknya jernih karena serabut kolagennya tidak terlihat. Hialin ditemukan pada hidung, anatara ujung tlang rusuk dan tulang dada, dan cincin-cincin trakea
  • kartilago elastis --> memiliki kenampakan yang berantakan karena tersusun oleh serabut elastis pada matriks. Kartilago elastis mendukung bentuktelinga dan membentuk bagian dari laring.
  • kartilagi fibrosa --> sangat keras dan mengandung banyak serat kolagen. dapat dijumpai pada diskus intervertebralis.

8. Tulang juga merupakan jaringan ikat, tulang dibuat oleh sel-sel tulang yang disebut osteosit. matriknya keras dan kaku karena banyak serabut kolagen dan depsisi garam mineral anorganik seperti kalsium karbonat dan kalsium fosfat. Osteon adalah bentuk unit dasar tulang keras. Sel tulang menempati rongga yang disebut lakuna. pada kenampakan mikroskopis nampak berupa lingkaran-lingkaran konsentris.

Monday, May 23, 2011

Sistem Kekebalan Tubuh (Imun)

Suatu bibit penyakit dapat masuk ke dalam tubuh manusia maupun hewan. Jalur yang mereka sukai untuk masuk ke dalam tubuh atau sel adalah saluran pernafasan, saluran pencernaan dan kulit. Agar dapat menyebabkan suatu penyakit organisme patogen harus berada di dalam sel, jaringan atau organ target.

Peristiwa yang dialami oleh organisme patogen sebelum dapat menyerang sel target mereka harus melewati ketiga mekanisme pertahanan tubuh.Secara mudah, Mekanisme pertama harus melewati pertahanan fisik berupa kulit yang menutupi tubuh dan organ saluran pencernaan.

First line defence

Kulit termasuk barier pertama karena pada kulit mengalami proses keratinasi yang membawa sifat water resistant dan keras, selain itu kulit juga mengeluarkan keringat yang memiliki pH 3-5 dan lizozim yang bisa menghancurkan dinding sel bakteri.Pada saluran pencernaan terdapat HCl yang memiliki pH yang sangat rendah yang juga dapat menghancurkan sel bakteri.

Second line defence line

Namun mekanisme tersebut tidak selalu berhasil melaksanakan tugasnya dalam menjaga tubuh dari penyakit.Oleh karenanya tubuh membuat mekanisme barier kedua berupa barier tingkat seluler. Barier kedua tersebut berupa Sel penghancur.

sel penghancur yang :

pertama adalah monosit, yang dapat berubah bentuk menjadi makrofag yang memiliki sifat fagositosis.Monosit merupakan bagian dari sel darah, lebih spesifiknya yaitu salah salah satu macam sel dari sel darah putih. Sama seperti karakter dari sel darah putih, bahwa sel darah putih yang beredar di dalam pembuluh darah dapat melakukan diapendensis (kemampuan yang hanya dimiliki oleh sel darah putih untuk menembus pembuluh darah untuk pindah ke jaringan yang terinfeksi) melalui pembuluh kapiler.

http://www.youtube.com/watch?v=JnlULOjUhSQ&feature=player_embedded

kedua adalah neutrofil, merupakan sel darah putih yang memiliki karakter seperti monosit (fagosistosis) selain itu membebaskan histamin sebagai pemicu respon inflamantoris. Artinya selain dapat menghancurkan patogen neutrofil juga mampu memberi perintah untuk menghancurkan sel tubuh yang telah diserang oleh patogen agar tidak lebih luas menyebar.

ketiga adalah NKC-Natural Killer Cell, sel ini tidak menyerang mikrobia yang masuk akan tetapi menghancurkan sel yang sudah terinfeksi oleh virus. Mekanisme penghancuran sel tubuh dilakukan dengan membuat lubang pada membran plasma pada sel yang terifeksi dengan enzim perforin. Mekanisme iniakan menyebabkan sel yang dilubangi tersebut dibanjiri oleh air dan akhirnya sel tersebut pecah. NKC selain berfungsi menyerang sel yang telah terinfeksi, sel ini juga memiliki kemampuan untuk menyerang sel kanker.

Selain memiliki sel penghancur, tubuh juga memiliki protein penghancur berupa bahan kimia yang disebut sistem komplemen. Sistem ini tersusun kurang lebih 20 bahan kimia (protein yang berbeda) yang bersirkulasi secara bebas bersama darah.

Mekanisme sistem komplemen dalam menjaga tubuh dari serangan patogen adalah dengan membentuk agregasi dengan patogen (kompleks serangan membran) yang targetnya adalah membran plasma sama seperti NKC. kompleks serangan membran ini juga akan memicu respon antibodi.

Third line defence

barier ketiga ini digunakan ketika bibit penyakit lolos dari barier kedua, yaitu lolos dari makrofag. barier ketiga ini melibatkan respon imun spesifik karena melibatkan mekanisme antigen-antibodi, yang mana mekanisme satu macam antibodi spesifik untuk satu macam antigen.

Sebelumnya perlu diketahui bahwa antigen adalah senyawa kimia yang dapat merangsang respon imun/kekebalan tubuh.Dengan kata lain antigen adalah bibit penyakit. Sedangkan antibodi adalah zat yang dihasilkan oleh tubuh sebagai bentuk respon terhadap antigen.

Barier ketiga ini berupa limfosit,disebut dengan imunitas humoral karena mensekresikan antibodi ke darah dan cairan tubuh lainnya. Limfosit ada dua macam sel yaitu sel B dan sel T. Limfosit memiliki reseptor protein di permukaannya dan mengenali antigen dan langsung menanggapinya dengan sistem imun spesifik. limfosit sel B merespon dengan cara membentuk antibodi yang akan mengaktifkan sistem komplemen yang dirangsang oleh antigen dari patogen. Dalam kasus ini bagian yang dikenal dengan sisi determinan antigen berperan sebagai antigen yang berbeda. Sedangkan limfosit sel T tidak menghasilkan antibodi tetapi langsung menyerang sel tubuh yang ada antigennya.

Sel T melindungi tubuh dari infeksi virus dan kanker, membunuh sel yang tidak normal atau virus yang menginfeksi sel tubuh. Sekali sel T helper memulai respon, tahapan yang kompleks dimulai. Bagian proses ini adalah sekresi molekul regulator-sitokin/interleukin (atau limfokin jika disekresikan oleh limfosit).

macam-macam interleukin:

  • interleukin 1 : disekresi oleh makrofag dan diaktivasi oleh sistem sel T

  • interleukin 2 : disekresikan oleh sel T helper, untuk mengaktivasi T-sitotoksin.

  • interleukin 4 : faktor yang merangsang sel B, disekresikan oleh T sel digunakan untuk proliferasi dan perkembangan klon sel B


Interaksi sel pada respon T sel.

pada saat antigen makrofag memproses antigen asing, T sel-makrofag mensekresikan interleukin 1 yang menyebabkan pembelahan sel dan perbanyakan sel T. Ketika sel T pembantu sudah diaktifkan karena kehadiran antigen yang dikenali oleh sel T-makrofag, mereka mensekresikan sitokin yang perannya sebagai faktor stimulasi koloni makrofag. gamma interferon, sel T pembantu mensekresikn interleukin 2, yang merangsang perbanyakan sel T yang spesifik pada suatu antigen. (interlekuin 2 juga menytimulus sel B). sel T Sitotoksin dapat menghancurkan sel yang terinfeksi hanya jjika sel tersebut terdapat antigen asing bersama protein MHC-I.

teori : kebanyakan vertebrata memiliki glikoprotein yang disintesis oleh gen yang disebut MHC (Major Histicompability Complex). Glikoprotein yang dihasilkan oleh MHC adalah HLA (Human Leucocyte Antigen) yang berperan sebagai marker yang dapat membedakan sel tubuh dari sel asing (sistem ini dikenal dengan self_versus _nonself_recognition) yang dikenali oleh sel T.

MHC ada dua macam, MHC I yang hanya ditemukan pada sel yang memiliki nukleus, dan MHC II yang hanya ditemukan pada sel yang tidak bernukleus.(makrofag-sel ).