1060

sedang migrasi dari konsepbiologi.wordpress.com

slide 2 title

sedang migrasi dari konsepbiologi.wordpress.com.

slide 3

sedang migrasi dari konsepbiologi.wordpress.com

slide 4 =

sedang migrasi dari konsepbiologi.wordpress.com

slide 5

sedang migrasi dari konsepbiologi.wordpress.com

Tuesday, April 17, 2012

Arthropoda

free counters

Berdasarkan 4 dasar klasifikasi utama pada pohon fiologeni animalia sebelumnya maka phylum ini memiliki karakter : eumetazoa, bilateral, tripoblastik, selomata. Filum ini berasal dari kata latin Arthros yang berarti ruas dan podhos yang artinya kaki.

Morfologi tubuh hewan ini sudah mulai dapat dibedakan menjadi kepala(chep[alo/caput), dada (thorax) dan perut (abdomen). Hanya saja antara satu kelas dengan kelas yang lain terjadi perbedaan dalam hal 3 bagian tubuh tersebut. Ada yang kepala dan dada menyatu maka disebut cephalotohorax dan ada pula yang benar-benar terpisah. Contoh bagian tubuh cephalothorax adalah tipe yang dimiliki oleh lobster.

Pembagian kelas filum ini di dasarkan pada pembagian tubuh dan jumlah kaki. Lihat tabel berikut dan pelajari baik-baik!

[caption id="attachment_536" align="alignleft" width="600" caption="tabel kelas arthropoda"]kelas kelas arthropoda beserta ciri-cirinya[/caption]

 

 

 

Yang perlu dipelajari selanjutnya adalah kelas insekta. Insekta dikelompokkan menjadi dua  sub kelas berdasarkan ada tidaknya sayap.

 

Subkelas Apterygota (tak bersayap dan tidak mengalami metamorfosis)

Subkelas Pterygota (bersayap dan mengalami metamorfosis)

 

Subkelas Pterygota dibagi lagi menjadi dua kelompok berdasarkan daur metamorfosisnya yaitu hemimetabola dan holometabola. Dilihat dari arti katanya holo=utuh maka holometabola adalah kelompok serangga bersayap yang mengalami proses metamorphosis yang utuh.

Proses metamorphosis yang dikatakan utuh adalah jika pada setiap perubahan bentuknya mengalami perubahan yang drastis secara morfologi, contohnya adalah perubahan dari telur menjadi ulat, ulat menjadi kepompong, kepompong menjadi kupu-kupu. Tidak seperti pada kelompok hemimetabola yang pada bagian imago(bentuk dewasa) menyerupai bentuk larvanya.

 

Perbedaan siklus metamorfosis sempurna dan tak sempurna adalah

Holometabola mengalami fase telur-->arva-->pupa-->imago

Hemimetabola mengalami fase telur-->larva-->imago

 

Penjelasan yang paling mudah adalah dengan mempelajari pada bagian kepompong menjadi kupu-kupu. Dari peristiwa tersebut sangat jelas terlihat perbedaannya dari fase tidak bergerak dan menjadi fase bergerak yang bahkan mempunyai sayap untuk terbang dan juga kaki.

Molusca

Berdasarkan 4 dasar klasifikasi utama pada pohon fiologeni animalia sebelumnya (untuk melihat pohon filogeni silahkan klik di sini), maka phylum ini memiliki karakter : eumetazoa, bilateral, tripoblastik, selomata. Filum ini berasal dari kata latin mollis yang artinya lunak.

Morfologi

Karena tubuhnya yang lunak, maka hewan ini memiliki mantel(pallium) yang menghasilkan sekret untuk membentuk eksoskeleton(rangka luar) dari zat kapur yang sering disebut dengan cangkang(concha). Pada kelas ini dibedakan menjadi bagian kepala, kaki muskuler dan massa visera.

Fisiologi

  • Sistem pencernaannya sempurna dimulai dari mulut yang dilengkapi lidah bergerigi(radula), hingga anus dan memiliki kelenjar pencernaan dan kelenjar ludah.

  • Sistem pernafasan jantung, epidermis, insang ataupun mantel.

  • Sistem peredaran darah ada yang terbuka dan ada juga yang tertutup (pada cephalopoda).

  • Alat ekskresi berupa ginjal.

  • Reproduksi hanya terjadi secara seksual: Ada yang bersifat diesis (berumah dua)pada setiap individu dihasilkan satu macam jenis sel gamet saja, dan ada yang hermaprodit.


Klasifikasi

Filum ini dibagi menjadi 4 kelompok yaitu Amphineura, Gastropoda, Scaphopoda, Chepalopda dan Bivalvia.

  1. Kelompok hewan lunak dengan cangkang bertumpuk-tumpuk à Amphineura

  2. Kelompok hewan lunak yang menggunakan perutnya sebagai kaki à Gastropoda


Memiliki alat tambahan pada kepala berupa tentakel yang berjumlah dua pasang, 1 pasang untuk pembau dan alat penglihat.

  1. Kelompok hewan lunak yang cangkangnya berbentuk tanduk, terompet, atau taring yang terbuka di kedua ujungnya à Scaphopoda.

  2. Hewan lunak dengan kaki di kepala àchepalopda


Kelompok hewan ini memiliki bermacam-macam skeleton. Ada yang memiliki endoskeleton dan ada yang memiliki eksoskleton atau ada yang tidak punya skeleton.

Mempunyai 1 pasang mata dan 8/10 buah tentakel untuk menangkap mangsa.

  1. Kelompok hewan yang cangkangnya terdiri dari dua katup (bivalvia)


Nama lain kelompok ini adalah  pelecypoda karena kakinya pipih atau lamelibranchiata karena memiliki lempengan-lempengan insang.

Cangkang kelompok ini terdiri dari 3 lapis dari dalam ke luar yaitu nakreas, prismatik, dan periostrakum. Lapisan terdalam cangkang adalah bagian yang dapat menghasilkan mutiara. Sedangkan bagian terluar tersusun dari zat tanduk.

 

Link di blog ini tentang

1. Porifera

2. Coelenterata

3. Platyhelminthes

4. Nemathelminthes

5. Annelida

6.Molusca

7. Arthropoda

8. Echinodermata

9. Chordata

Annelida

Berdasarkan 4 dasar klasifikasi utama pada pohon fiologeni animalia sebelumnya (untuk melihat pohon filogeni silahkan klik di sini), maka phylum ini memiliki karakter : eumetazoa, bilateral, tripoblastik, selomata. Setelah filum ini semua filum memiliki karakter rongga adalah selomata.

Morfologi annelida adalah cacing yang tubuhnya beruas-ruas dengan seta di bagian luar tubuhnya. Keunikan ruas pada annelida adalah setiap ruas memiliki morfologi dan anatomi yang sama  sehingga disebut dengan istilah metameri.

Peningkatan fisiologis dari kelompok cacing sebelumnya adalah pada kelompok ini sudah memiliki system peredaran darah (tertutup). Memiliki sistem saraf tangga tali, system ekskresi nefridia dan berkembang biak secara hermaprodit yang berarti setiap satu organisme kelompok ini dapat menghasilkan dua sel kelamin  namun tidak dapat membuahi sendiri (tetap membutuhkan individu yang lain untuk melangsungkan proses pembuahan)

Berbeda dengan platyhelminthes dan nemathelminthes yang sebagian anggotanya dalam ekosistem berperan sebagai parasit, anggota filum ini tidak ada yang bersifat parasit. Habitatnya bukan di dalam tubuh mahkluk hidup melainkan di alam baik di lingkungan darat maupun lingkungan perairan.

Klasifikasi filum ini dibagi menjadi 3 kelas berdasarkan karakter morfologi seta-nya. Seta adalah duri-duri halus pada permukaan luar tubuh. Ada yang memiliki banyak seta, ada yang sedikit, dan ada yang tidak memiliki seta. 3 kelas tersebut adalah:

  1. Polychaeta -->poly=banyak (banyak setae)

  2. Oligochaeta -->oligo=agak banyak/sedikit (sedikit setae)

  3. Hirudinaeà tidak punya seta


Berikut tabel perbedaan kelas Annelida.

[caption id="attachment_530" align="alignleft" width="415" caption="tabel perbedaan kelas anellida"]kelas anellida[/caption]

Link di blog ini tentang

1. Porifera

2. Coelenterata

3. Platyhelminthes

4. Nemathelminthes

5. Annelida

6.Molusca

7. Arthropoda

8. Echinodermata

9. Chordata

Monday, April 16, 2012

Nemathelmintes

Berdasarkan 4 dasar klasifikasi utama pada pohon fiologeni animalia sebelumnya (untuk melihat pohon filogeni silahkan klik di sini), maka phylum ini memiliki karakter : eumetazoa, bilateral, tripoblastik, pseudoselomata.
Sama seperti 3 filum sebelumnya, filum ini belum memiliki sistem peredaran darah, dan sistem pernafasan. Perkembangan dilakukan hanya dengan seksual, umumnya cacing jantan lebih kecil dari yang betina. Cacing jantan memiliki morfologi struktur tubuh yang membengkok pada bagian ekor.
Kelompok ini dalam ekosistem memiliki peranan sebagai parasit. Wilayah yang menjadi tempat favorit untuk ditinggali meliputi wilayah usus, pembuluh limfe, anus, otot, di bawah kulit, dan akar tumbuhan. Sifat parasit ini yang sebagain besar adalah system pencernaan didukung dengan lapisan kulit yang dilapisi kutikula yang memiliki karakter kuat melawan asam lambung sehingga cacing ini meskipun masuk ke dalam lambung tidak tercerna oleh saluran pencernaan hingga mampu mencapai tempat favoritnya masing-masing.
Kasus penyakit yang sering dijumpai disebabkan oleh filum ini antara lain:
1. Cacingan -->Ascaris lumbricoides-->usus
2. Kaki gajah/filariasis --> Wuchereria brancofti-->enyumbatan pembuluh limfa
3. Kremi -->Oxyuris vermicularis -->autoinfeksi --> anus
4. Anemia-->Ancylostoma duodenalis (Necator americanus)--> luka pada usus

3 kelas tersebut adalah turbelaria, trematoda, dan cesto0da.

Link di blog ini tentang

1. Porifera

2. Coelenterata

3. Platyhelminthes

4. Nemathelminthes

5. Annelida

6.Molusca

7. Arthropoda

8. Echinodermata

9. Chordata

Friday, April 13, 2012

Platyhelminthes

Berdasarkan penjelasan yang telah disebutkan pada posting sebelumnya melalui dasar klasifikas,i dapat disebutkan bahwa platyhelminthes kingdom yang memiliki karakter secara umum: memiliki jaringan, simetri tubuh bilateral, lapisan tubuh tripoblastik, dan tidak memiliki rongga. Lebih detailnya filum ini tidak  memiliki sistem peredaran darah. Filum ini memiliki sistem saraf yang unik yaitu tangga tali yang terdiri dari simpul saraf dengan sepasang tali saraf yang memanjang dari anterior hingga posterior.

Filum platyhelminthes (cacing pipih) dibagi menjadi 3 kelas yaitu: turbelaria, trematoda, dan cestoda. Untuk memudahkan mempelajari filum ini sebaiknya Anda mempelajari dari bentuk tubuhnya dahulu (hafalkan 3 kalimat berikut):

1. Turbelaria disebut juga cacing pipih bersilia, tak bersekat, dan tidak parasit.

2. Trematoda disebut cacing pipih hisap, tak bersilia, tak bersekat dan parasit

3. Cestoda disebut juga cacing pipih yang bersekat-sekat dan parasit.

Dari kalimat tersebut ketika ada cacing pipih bersekat dan parasit maka selalu berkaitan dengan kata kunci proglotid. proglotid adalah setiap segmen penyusun tubuh cestoda. Kemudian ingat kata parasit, jika bersifat parasit ada yang memiliki kait(rostelu) dan ada yang tidak tapi pasti punya alat penghisap (sucker).

Cacing yang bersifat parasit dari kelas trematoda antara lain Fasciola hepatica, Clonorchis dan Schistosoma japonicum.

fasciola hepatica

bersambung ... .. ke posting berikutnya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Link di blog ini tentang

1. Porifera

2. Coelenterata

3. Platyhelminthes

4. Nemathelminthes

5. Annelida

6.Molusca

7. Arthropoda

8. Echinodermata

9. Chordata