1060

sedang migrasi dari konsepbiologi.wordpress.com

slide 2 title

sedang migrasi dari konsepbiologi.wordpress.com.

slide 3

sedang migrasi dari konsepbiologi.wordpress.com

slide 4 =

sedang migrasi dari konsepbiologi.wordpress.com

slide 5

sedang migrasi dari konsepbiologi.wordpress.com

Wednesday, September 19, 2012

Persilangan Monohibrid | Hukum Mendel

rantai DNA

Pada materi ini konsep yang perlu dikuasai adalah:

1. Konsep persilangan monohidrid
Persilangan monohibrid adalah persilangan antara dua individu dengan hanya fokus pada sebuah sifat yang berbeda dari  sebuah karakter pada tanaman sejenis. Persilangan ini sering dikenal dengan persilangan satu sifat beda.

2. Konsep Kenampakan karakter sebuah individu dipengaruhi oleh susunan basa nitogen di dalam kromosom. Di dalam kromosom terdapat segmen-segmen DNA yang berisi informasi yang akan diwariskan kepada keturunannya, segmen DNA dalam kromosom ini disebut dengan gen. Jadi gen adalah sesuatu yang mempengaruhi kenampakan sebuah karakter.

3. Konsep mengenai Kromosom selalu berpasangan, kromosom pasangannya disebut dengan kromosom homolog. oleh karena itu keberadaan gen yang mempengaruhi karakter yang sama dapat dijumpai pada di kromosom homolognya. Hanya saja pengaruhnya bisa sama ataupun berbeda.
Sebagai contoh Anda tentunya mengetahui bahwa sifat warna pada karakter iris bermacam-macam. ada yang warna biru ada juga yang warna hitam. topik pembicaraannya hanya sebatas pada iris saja sedangkan sifatnya adalah merah dan hitam. Jadi di sini saya menggunakan sebuah karakter saja yaitu iris dengan sifatnya yaitu warna iris. Iris bisa bermacam-macam karena di bawah pengaruh dari alel yang memiliki pengaruh yang berbeda terhadap iris.

4a. Anda juga harus menguasai Hukum Mendel I. Hukum ini dikenal dengan hukum segregasi tentang hukum pemisahan alel. Hukum Mendel I  mengatakan bahwa proses pembentukan gamet yang membawa karakter  dan sifat berpisah secara bebas. Dalam bahasa inggris Hukum Mendel I dikenal dengan istilah the law of segregation.

Penjelasan:
Saya ambilkan sebuah contoh tak konkrit. Bagi yang mengikuti anime/manga jepang Naruto tentunya Anda akan mengenal istilah iris mata sharingan pada klan uchiha. Misalkan Gen pembawa kode genetis iris sharingan ini bersifat dominan dibandingkan dengan iris normal dan diberi kode 'S' (baca: es kapital) dan iris normal diberi kode `s`. Jadi susunan alel iris pada klan uchiha bisa SS, Ss, atau ss.

Pada hukum Mendel I, jika seorang klan uchiha yang bergenotip Ss maka alel Ss tersebut akan memisah secara bebas pada proses meiosis I menjadi dua sel gamet yang masing-masing akan membawa gen sharingan (S) dan gen normal (s). Jadi hukum mendel I didasari pada karakter pembelahan pada meiosis I.

4b. Setelah menguasai hukum Mendel I, Anda juga harus menguasai hukum Mendel II yaitu hukum penyusunan alel dari gamet, terjadi secara bebas. Artinya pada proses perkawinan, setiap gametnya akan berpasangan kembali dengan alelnya yang berasal dari kedua induknya terjadi secara bebas untuk menyusun alel yang baru untuk keturunan berikutnya.

Penjelasan hukum mendel II.
Masih menggunakan contoh mata sharingan yang saya gunakan dalam menjelaskan hukum mendel I. Kali ini ceritanya adalah misal sasuke uchiha, yang memiliki iris Sharingan, menikah dengan sakura yang matanya normal. Bagaimanakah memprediksi keturunan mereka?

Untuk memecahkan kemungkinan anak-anak mereka kita akan menggunakan hukum mendel II. Tapi sebelumnya kita harus tahu dulu bagaimana susunan alel sasuke dan sakura. Untuk genotip alel sakura dapat dipastikan ss karena dia bermata normal yang bersifat resesif (:baca dulu penjelasan Hukum Mendel I di atas) dan gametnya cuma ada 1 macam yaitu s.

Permisalan pertama:
Jika susunan alel Sharingan sasuke adalah heterozigot Ss maka setelah meiosis akan ada 2 macam gamet pada sel kelamin jantan pada testis sasuke yaitu sel gamet jantan yang membawa gen S (tipe iris Sharingan) dan sel gamet jantan yang membawa gen s (tipe iris normal).

Dengan menggunakan hukum Mendel II yang mengatakan bahwa sel-sel kelamin akan membentuk gamet dengan pasangan gametnya terjadi secara bebas, kita bisa memprediksi persentase kemungkinan anak-anaknya memiliki iris jenis yang mana? kemungkinan iris anak-anaknya dalam setiap kelahiran adalah 1:1. Hal ini disebabkan karena bisa gen S sasuke yang akan bertemu dengan s sakura, atau gen s sasuke yang akan bertemu dengan s sakura. Jika yang gen S sasuke bertemu dengan s sakura mata alel anaknya adalah Ss maka tipe irisnya adalah Sharingan. Akan tetapi jika gen s sasuke yang bertemu dengan s sakura maka anak mereka adalah normal.

Permisalan kedua:
Jika susunan alel Sharingan sasuke adalah homozigot maka setelah meiosis hanya akan ada 1 macam gamet pada sel kelamin jantan pada testis sasuke yaitu sel gamet jantan yang membawa gen S (tipe iris Sharingan).

Kembali kita menerapkan hukum Mendel II yang mengatakan bahwa sel-sel kelamin akan membentuk gamet dengan pasangan gametnya terjadi secara bebas, kita bisa memprediksi persentase kemungkinan anak-anaknya memiliki iris jenis yang mana? kemungkinan iris anak-anaknya dalam setiap kelahiran adalah 100% bertipe iris Sharingan. Hal ini disebabkan karena gen S sasuke pasti akan bertemu dengan s sakura. Jadi tipe susunan allel anak mereka pasti Ss. karena S bersifat dominan daripada s maka sifat S akan muncul dalam fenotip. Jadi anak mereka pada kasus kedua ini semuanya pasti mata dengan tipe iris Sharingan.

Selain konsep-konsep di atas Anda harus menguasai dengan baik istilah berikut ini:
1. Alel --> pasangan gen pada kromosom homolog yang memberikan sifat yang berbeda atau sama pada suatu karakter.
2. Gamet --> sel kelamin
3. Genotip --> gen yang mempengaruhi karakter
4. Fenotip --> hasil ekspresi gen yang dapat ditangkap dengan panca indera manusia. atau dengan kata lain adalah kenampakan morfologi yang dapat diamati.
5. Parental --> induk yang akan dikawinkan atau disilangkan atau hibridisasi.
6. Filial --> hasil dari proses perkawinan/persilangan/hibridisasi.
  • F1 = keturunan I
  • F2 =Keturunan II
  • Fn = keturunan ke-n


7. Sifat dominan --> sifat alel yang pengaruhnya sangat kuat pada sebuah karakter
8. Sifat resesif --> sifat alel yang pengaruhnya dikalahkan oleh sifat dominan
9. Homozigot --> alel dengan sifat yang sama
10 . Heterozigot --> alel dengan sifat yang berbeda

Setelah Anda pahami dengan baik konsep dan istilah di atas mari kita pelajari mengenai persilangan monohidbrid. Untuk itu sebaiknya kita pelajari apa yang telah dilakukan oleh bapak Genetika kita yaitu Gregor Mendel. GM adalah seorang biarawan yang melakukan penelitian disebuah kebun. Penelitian yang dilakukannya adalah persilangan pada tanaman Pisum sativum (kacang kapri). Dari penelitiannya itu disilangan antara tanaman yang memiliki :

  • biji (bulat dan keriput),
  • warna kulit biji (kuning dan hijau)
  • warna bunga (ungu dan putih)
  • tinggi tanaman ( tinggi danpendek)       ....... (karakter yang ditulis di sini hanya sebagian saja dari karakter yang diteliti oleh Mendel, masih ada karakter yang lain)

gambar 1. 7 karakter yang diteliti Mendel[/caption]

Pada persilangan pertama dihasilkan semua karakter anakan(F1) 100%bulat, kuning, ungu dan tinggi. Bisa disimpulkan sifat-sifat tersebut mendominasi dibandingkan sifat lainnya. Akan tetapi pada keturunan kedua diperoleh hasil yang berbeda untuk setiap karakternya menghasilkan perbandingan dominan : resesif adalah 3:1

Hal ini berarti dalam keturunan pertama (F1) pada kromosomnya membawa 2 sifat yang berbeda pada masing-masing alel-nya. Artinya Individu induknya (parental) masing-masing hanya terdiri dari alel yang membawa sifat yang sama. Jantan membawa sifat dominan dan individu betina membawa sifat karakter resesif ataupun sebaliknya. Jadi ketika sesama F1 dikawinkan akan memunculkan karakter yang bersifat resesif. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut.

persilangan monohibrid
gambar 2. persilangan monohibrid dengan menggunakan karakter tinggi tanaman[/caption]


Perhatikan di gambar 2 untuk bagian generasi parental. Pada gambar tersebut terlihat dua individu yang disilangkan, masing-masing bersifat homozigot. Satu tanaman homozigot resesif (tt)sedangkan tanaman yang lain homozigot dominan (TT).

Sebagai akibatnya setiap individu akan mengalami meiosis dan akan menghasilkan 1 macam gamet. Homozigot dominan akan menghasilkan gamet tinggi dominan (T), sedangkan individu yang lain akan menghasilkan gamet pendek resesif (t). dan ketika terjadi persilangan gamet jantan dan gamet betina akan bertemu dan menghasilkan individu dengan gamet Tt. Artinya individu baru ini akan memiliki kenampakan tanaan tinggi.  Contoh ini dapat digunakan untuk menjelaskan mengenai genotip dan fenotip . sifat tinggi adalah fenotip,sedangkan  Tt adalah genotip.

Pada persilangan berikutnya saya akan menjelasan mengenai hukum Mendel I. perhatikan persilangan ke-2. Pada persilangan kedua dilakukan persilangan antara F1 dengan F1 yang lain. Artinya tanaman tinggi dengan genotip Tt disilangkan dengan tanaman tinggi yang bergenotipTt juga. Kembali kita ingat Hukum Mendel I yaitu bahwa alel akan berpisah secara bebas. Artinya Alel pada setiap individu yang akan disilangkan dengan komposisi Tt (membawa sifat tinggi dan rendah) akan memisah pada waktu proses meiosis menjadi T dan t.

gambar penjelas hukum mendel I dan II
gambar 3. Skema pemisahan alel/pembentukan kemungkinan gamet (hukum Mendel I-4 keterangan dengan 4 bola putih); penyusunan alel kembali (Hukum Mendel II-keterangan dengan 4 bola warna merah)


Kemudian setelah terbentuk gamet (hukum Mendel I) kita akan melanjutkan ke hukum Mendel II yaitu hukum penyusunan alel terjadi secara bebas. T dan t dari individu jantan akan bertemu dengan T dan t dari individu betina. proses penyusunan alelnya terjadi secara bebas.

Jadi pada akhir pembuahan bisa dihasilkan individu dengan karakter genotip TT, Tt dan tt. Hanya saja nilai kemungkinannya atau persentasenya saja yang berbeda. Untuk spesies yang menghasilkan keturunan yang banyak dalam sekali perkawinan maka digunakan persentase sedangkan jika spesiesnya manusia yang umumnya menghasilkan sati individu dalam setiap perkawinannya maka digunakan istilah kemungkinan.

Pada contoh gambar diatas maka kemungkinan yang terjadi dari hasil perkawinan untuk genotip TT adalah 1 diantara 4, Tt adalah 2 diantara 4, tt 1 diantara 4. darihasil perkawinan dihasilkan persentase :

  • genotip TT adalah 1/4 x 100% = 25% (tanaman tinggi homozigot)
  • genotip Tt adalah 2/4 x 100% = 50% (tanaman tinggi heterozigot)
  • genotip tt adalah 1/4 x 100% = 25% (tanaman rendah)
Sedangkan fenotipnya adalah TT dan TT akan menghasilkan tanaman tinggi dan tt akan menghasikan tanaman pendek. Dari penjelasan di atas dapat diketahui bahwa tanaman tinggi memiliki dua genotip yaitu dalam bentuk homozigot dominan dan dalam bentuk heterozigot sedangkan tanaman pendek hanya ada dalam 1 bentuk homozigot resesif. Jadi perbandiingan fenotipnya adalah 3 tanaman tinggi dan 1 tanaman pendek. atau dapat disajikan tanaman tinggi : tanaman pendek = 3:1

Demikianlah penjelasan mengenai konsep-konsep dalam memahami hukum mendel . Untuk memahami lebih lanjut, silahkan ikuti uraiannya di persilangan dihibrid pada postingan berikutnya.

atau untuk latihan bisa berkunjung ke link berikut

http://wps.pearsoned.com.au/sf4_2/132/33906/8680079.cw/-/8680086/index.html

Semoga informasi ini membantu Anda. God Bless Us.

Genetika

Pada pokok bahasan ini akan dipelajari mengenai:

1. Persilangan monohibrid

2. Persilangan dihibrid

3. penyimpangan semu hukum Mendel

4. Pautan

5. Pindah silang

6. Alel ganda

 

Tapi sebelumnya sebaiknya Anda pahami dahulu konsep-konsep mengenai materi genetik yang menjadi dasar dalam mempelajari bagian ini

Monday, September 17, 2012

Kontraksi otot

http://www.teachpe.com/anatomy/index.php

Teori pergeseran filament | Sliding Filament Theory | Otot Lurik


Sliding filament theory atau teori pergeseran filamen adalah cara otot berkontraksi. Saya sarankan Anda memahami dahulu struktur otot sebelum mendalami teori ini.

Diagram di bawah ini mampu menjelaskan teori tersebut.

Sliding filament theory of muscle contraction


Pada dasarnya setiap serabut otot tersusun atas serabut tipis yang disebut miofibril. miofibril ini mengandung struktur yang lebih sederhana lagi yaitu filament aktin dan miosin. Filamen-filament ini saling bergeser keluar masuk /tumpang tindih yang menghasilkan kontraksi dan relakssasi otot sehingga disebut dengan toeri pregeseran filament.

Diagram tersebut menunjukkan bagian dari miofibril yang disebut sarkomer. Sarkomer adalah unit terkecil kontraksi otot  Sarkomer tersusun berulang-ulang sepanjang miofibril.

Perhatikan hal-hal yang perlu diingat dengan cepat mengeani struktur yang terlibat dan mekanisme kontraksi dan relaksasi otot.

  • Miofibril: sebuah bentukan silindris yang memanjang sepanjang otot lurik, yang mengandung filamen aktin dan miosin.

  • Sarkomer: Struktur dan fungsional terkecil kontraksi otot. ditemui pada miofibril. dibagi menjadi pita H, A dan I.

  • Aktin: filament kontraktil yang tipis yang mengandung sisi "aktif" dan "ikatan".

  • Miosin: portein filamen yang lebih tebal dengan penonjolan yang dikenal dengan kepala miosin.

  • Tropomiosin: sebuah protein aktin pengikat yang mengatur kontraksi otot.

  • Troponin: protein kompleks yang melekat pada Tropomiosin.


Inilah detailnya. Proses kontraksi otot terjadi dalam 5 tahapan proses

Here is what happens in detail. The process of a muscle contracting can be divided into 5 sections:

  1. Impulse saraf tiba di neuromuscular junction, yang mengakibatkan pembebasan asetilkolin. Kehadiran asetilkolin menyebabkan depolarisasi yang kemudian menyebabkan pembebasan ion Ca keluar dari retikulum sarkoplasmik.

  2. Dengan meningkatnya ion Ca, akan menyebabkan ion Ca bisa terikat pada troponin dan mampu mengubah strukturnya. Perubahan struktur toponin karena ion Ca ini akan terbukanya daerah aktif tropomiosin yang yang tertutup oleh troponin. Kini kepala miosin akan mampu berikatan dengan filamen aktin membentuk aktomiosin.

  3. Perombakan ATP akan membebaskan energi yang dapat menyebabkan miosin mampu menarik aktin ke dalam dan juga pemendekan otot. hal ini terjadi di sepanjang miofibril pada sel otot.

  4. Miosin akan terlepas dari aktin dan jembatan aktomiosin akan putus ketika molekul ATP terikat pada kepala miosin. Pada saat ATP dipecah kepala miosin dapat bertemu lagi dengan aktin pada tropomiosin.

  5. proses kontraksi otot dapat berlangsung selama ada ATP dan ion Ca. Pada saat impuls berhenti, maka ion Ca akan kembali ke retikulum sarkoplasmik dan troponin akan kembali ke kondisi semula dan menutupi daerah tropomiosin sehingga menyebabkan otot berelaksasi.


Perlu diketahui bahwa sebuah single power stroke menghasilkan pemendekan hanya 1% saja dari panjang otot jadi proses kontraksi harus dilakukan berulang-ulang.

sarkomer terbentang


Sliding filament theory of muscle contraction



Kontraksi Otot sebagian


Sliding filament theory



Kontraksi otot penuh


Fully contracted muscle


Perhatikan pada khusus pada pita H dan I yang akan mengalami pemendekan

Sunday, August 26, 2012

Jaringan ikat dan jaringan tulang

Untuk mempelajari jaringan ikat pada hewan yang sebenarnya, Anda harus tahu terlebih dahulu seperti apakah komponen dasar jaringan ikat tersebut.

Jaringan ikat memiliki dua komponen dasar yaitu:

  1. matriks

  2. sel-sel penyusun jaringan ikat.


4.1.1. Matriks

Matriks sendiri masih terbagi lagi menjadi 2 yaitu serat dan bahan dasar. Untuk seratnya ada 3 macam semuanya terbuat dari protein, jika tidak terbuat dari kolagen ya elastin. Ketiga macam serat itu adalah serat kolagen, serat elastin, dan serat retikulin. Karakter seratnya dapat dilihat dari beberapa apsek.

Aspek yang pertama adalah protein penyusunnya.

  • serabut kolagen dan retikeler terbuat dari protein kolagen

  • serabut elastin terbuat dari protein elastin


Kemudian untuk membedakan antara kolagen dan retikuler adalah mana yang lebih tips, dalam hal ini retikuler lebih tipis seratnya dan lebih pendek. yang kedua serat retikuler masih dilapisi oleh glikoprotein.

Aspek yang kedua untuk membedakan ketiga serat adalah dari warnanya:

  • serabut kolagen berwana putih

  • serabut elastin berwarna kuning












 Gambar 1. Perbandingan serabut kolagen dan serabut elastis








4.1.2.  Bahan dasar

Bahan dasar dari matrik terbuat dari mukoolisakarida sulfat dan asam hialuronat. Jika konsentrasi asam hialuronatnya rendah akan menyebabkan matrik yang kaku dan jika konsentrasinya meningkat akan menyebabkan sifat yang semakin lentur.

bagian yang kedua penyusun jaringan ikat selain matriks adalah sel-sel jaringan ikat. Sel-sel jaringan ikat yang menyusun jaringan ikat antara lain adalah:

1. fibroblast

2. makrofag

3. sel lemak

4. sel tiang

5. sel darah

Mari kita lihat fungsi masing-masing setiap sel jaringan ikat. Macam sel jaringan ikat ,yaitu :

  1. Fibroblas adalah sel yang mengekskresikan protein pada serabut

  2. Makrofag, adalah sel yang bentuknya tidak beraturan ,umumnya terletak dekat pembuluh darah dan bergerak jika terjadi luka. Sel ini dapat bergerak secara ameboid dan aktif memakan sel darah merah yang rusak dan asing.

  3. Sel Mast adalah yang memproduksi heparin yang berfungsi mencegah pembekuan darah dan histamin yang dapat menyebabkan permeabilitas kapiler darah.

  4. Sel lemak adalah sel yang terspesialisasi untuk menyimpan lemak

  5. Sel darah adalah sel darah putih


 

kesimpulannya

  • Jaringan ikat terdiri dari sel-sel, serabut, dan matriks.

  • Fungsi jaringan ikat adalah mengikat atau  mempersatukan jaringan-jaringan menjadi organ dan berbagai organ menjadi sistem organ, menjadi selubung organ dan melindungi jaringan atau organ tubuh.


Berdasarkan struktur dan fungsinya jaringan ikat dibedakan menjadi dua yaitu jaringan ikat longgar dan jaringn ikat padat:

4.1.1 Jaringan ikat longgar

  • Ciri-ciri : sel-selnya jarang dan sebagian jaringannya tersusun atas matriks yang mengandung serabut kolagen dan serabut elastis , serabutnya longgar.

  • Jaringan ikat longgar terdapat di sekitar organ-organ, pembuluh darah dan saraf.

  • Jaringan ikat longgar dikenal juga dengan nama Jaringan Ikat Areolar.

  • Jenis jaringan ikat ini banyak ditemukan adanya substansi dasar dan cairan jaringan.

  • Jaringan ikat longgar banyak mengandung sel pengembara seperti makrofag, sel mast dan sel yang tidak berdeferensiasi.

  • Jaringan ini banyak dijumpai pada pembuluh darah, saraf, diantara berkas otot, di bawah epitel.















  •  

    Gambar 2.  Kenampakan jaringan ikat longgar pada mikroskop

    Fungsi jaringan ini sebagai pengisi, penunjang dan bantalan, membungkus organ-organ tubuh, pembuluh darah dan saraf


4.1.2.  Jaringan ikat padat

  • Nama lainnya jaringan  ikat serabut putih, karena terbuat dari serabut kolagen yang berwarna putih.

  • Jaringan ini terdapat pada selaput urat, selaput pembungkus otot, fasia, ligamen dan tendon.

  • Jumlah serabut lebih banyak dari sel dan matrik.

  • Jaringan ikat padat dibagi menjadi 2, yaitu Jaringan Ikat Padat teratur dan Tidak teratur.

  • Jaringan Ikat Padat Teratur, mengandung terutama serabut kolagen.

  • Serabut kolagen paling banyak dan tersusun saling menyilang.

  • Populasi sel yang utama adalah fibroblast.

  • Banyak dijumpai pada organ seperti : kapsula paru-paru, kapsula hati, ginjal, limpa, testis, fasia, aponeurosa, perikardium dan dermis.



















  • Gambar 3.  Kenampakan jaringan ikat padat pada mikroskop

    Jaringan Ikat Padat Tidak Teratur, terdapat dua bentuk tergatung macam serabutnya.



  • Pada tendon dan ligamen mayoritas kolagen sedangkan pada ligamentum serabut elatis yang utama.


Istilah penting jaringan ikat

  • Fasia adalah jaringan ikat berbentuk lembaran yang menyelimuti otot.

  • Ligamen adalah jaringan ikat yang berperan sebagai penghubung antar tulang.

  • Tendon adalah ujung otot yang melekat pada tulang. Fungsinya untuk menghubungkan berbagai organ tubuh seperti otot dengan tulang-tulang, tulang dengan tulang, juga memberikan perlindungan terhadap organ tubuh.

  • fibroblas : sel penyusun jaringan ikat longgar yang berfungsi untuk sekresi dan sintesis protein pada serabut

  • makrofag : sel penyusun jaringan ikat longgar yang berfungsi sebagai pelindung ; terletak di dekat pembuluh darah; dan bersifat fagosit. (Jika ada bagian tubuh yang terluka, makrofag akan bergerak secara amoeboid)

  • histamine : hasil produksi sel mast (sel penyusun jaringan ikat longgar) yang berfungsi untuk mengatur permeabilitas kapiler darah.

  • heparin : hasil produksi sel mast (sel penyusun jaringan ikat longgar) yang berfungsi untuk mencegah pembekuan darah.


4.2. Jaringan Tulang

Jaringan tulang dibagi menjadi 2 yaitu jaringan tulang rawan (Kartilago) dan tulang keras.

4.2.1. Kartilago

  • Jaringan tulang rawan pada anak-anak berasal dari jaringan embrional yang disebut mesenkim,

  • Pada orang dewasa berasal dari selaput tulang rawan atau perikondrium yang banyak mengandung kondroblas atau pembentuk sel-sel tulang rawan.

  • Fungsinya untuk menyokong kerangka tubuh.


Ada 3 macam jaringan tulang rawan :

a.Kartilago hialin

  • Matriksnya bening kebiruan.

    • Terdapat pada permukaan tulang sendi, cincin tulang rawan pada batang tenggorok dan cabang batang tenggorok, ujung tulang rusuk yang melekat pada tulang dada dan pada ujung tulang panjang.















    •    

      Gambar 4.  Kenampakan kartilago hialin pada mikroskop

      Kartilago hialin merupakan bagian terbesar dari kerangka embrio juga membantu pergerakan persendian, menguatkan saluran pernafasan, memberi kemungkinan pertumbuhan memanjang tulang pipa dan memberi kemungkinan tulang rusuk bergerak saat bernafas.




b.Kartilago fibrosa

  • Matriksnya berwarna gelap dan keruh.

  • Jaringan ini terdapat pada perekatan ligamen-ligamen tertentu pada tulang, persendian tulang pinggang, pada calmam antar ruas tulang belakang dan pada pertautan antar tulang kemaluan kiri dan kanan.

  • Fungsi utama untuk memberikan proteksi dan penyokong.




















Gambar 9.  Kenampakan kartialago fibrosa pada mikroskop

c.Kartilago elastik

  • Matriksnya berwarna keruh kekuning-kuningan.

    • Jaringan ini terdapat pada daun telinga, epiglottis, pembuluh eustakius dan laring.














 








Gambar 10.  Kenampakan kartilago elastik pada mikroskop


 


 

4.2.2.  Osteon

Jaringan tulang terdiri dari sel-sel tulang atau osteon yang tersimpan di dalam matriks, Matriksnya terdiri dari zat perekat kolagen dan endapan garam-garam mineral terutama garam kalsium (kapur). Perhatikan gambar 11 berikut ini. Gambar tersebut adalah kumpulan unit dasar tulang. Unit dasar tulang disebut dengan sistem Haversi. Sistem ini tersusun atas canalis/saluran haversi yang terdapat pembuluh darah, lakuna, yang merupakan tempat osteosit berada, lapisan konsentris yang merupakan matriks Tulang merupakan komponen utama dari kerangka tubuh dan berperan untuk melindungi alat-alat tubuh dan tempat melekatnya otot kerangka.













 

Gambar 11.  Sistem haversi

Berdasarkan anatominya osteon dibagi menjadi  2 macam :

1.       Tulang kompak, bila matriks tulangnya  rapat dan padat. keterangan a pada gambar berikut

2.       Tulang spons, bila matriksnya berongga. keterangan c pada gambar berikut



 

 

sumber gambar ; http://legacy.owensboro.kctcs.edu/gcaplan/anat/histology/api%20histo%20connective.htm

jaringan hewan | jaringan epitel

Jaringan adalah sekumpulan sel yang sama baik bentuk ukuran dan fungsinya Artinya jika kita menggambar suatu jaringan maka harus lebih dari satu sel, bentuk dan ukuran dalam gambar misalnya bulat selnya ya harus bulat pula yang lainnya Apabila bentuk penyusunnya berlainan maka itu sudah membentuk organ, karena organ itu disususn oleh lebih dari 1 jaringan.

Jadi jaringan epithellium itu artinya jaringan yang tersusun atas sel sel epithelium yang bentuk , ukuran dan fungsinya sama  Begitu pula jaringan syaraf ya jaringan yang tersusun atas sekumpulan neuron yang bentuk , ukuran dan fungsinya sama. Jangan sampai sekali lagi punya image mau menggambar jaringan , namun yang digambar hanya satu sel .

Untuk menghafal jaringan di tubuh manusia ini saya punya cara menghafal yang mudah yaitu , pegang lengan kita amati sebentar kemudian sentuh , apa yang bisa kita analisa

Lihat  lengan tangan kita itu dilindungi oleh kulit , Lha bagian luar itu jaringan epithel. Jika jaringan epithel itu kita kelupas / terkelupas pasti kelihatan daging to? , itu pasti jaringan otot karena daging itu sekumpulan sel otot. Apabila daging yang terlihat karena epithelnya terkelupas atau kita kelupas pasti rasanya sakit to? itu karena ada jaringan syarafnya . Meskipun sakit tetap kita lakukan ya pasti berdarah itu pasti jaringan darah (sebagai jaringan penyokong). Jika sudah keluar darah tetap daging dikelupas, maka akan terlihat tulang itu pasti sekumpulan jaringan tulang (sebagai jaringan penyokong ). Begitu seterusnya akan terlihat jaringan lemak, jaringan ikat dll.

Kesimpulannya Tubuh kita itu disusun oleh

  1. Jaringan epithellium

  2. Jaringan otot

  3. Jaringan syaraf

  4. Jaringan penyokong


4.1.Jaringan darah


4.2.Jaringan tulang rawan (kartilago)


4.3.Jaringan tulang


4.4.Jaringan ikat


5. jaringan lemak (adiposa) .


1. Jaringan Epitelium

Jaringan epitel adalah jaringan yang membungkus permukaan tubuh baik yang diluar (epithel) maupun bagian yang dalam ( endothellium). Karena membungkus maka dipastikan letaknya pasti paling luar berhubungan dengan udara. Kalau dilambung ya paling luarnya lambung yang ada udaranya , karena polanya paling luar maka si endothelium itu kebanyakan berupa saluran saluran (ductus) yang ada aksesnya keluar .

Jaringan epithel ini salah satu dari empat jaringan dasar (jaringan otot, jaringan saraf, jaringan penyokong). Dahulu istilah epitel digunakan untuk menyebut selaput jernih yang berada di atas permukaan tonjolan anyaman penyambung di merah bibir (Epitel: Epi di atas; Thele bibir). Istilah ini kini digunakan untuk semua jaringan yang melapisi sesuatu struktur dan saluran.

A.     Sifat umum

  • Jaringan epitel terdiri dari sel dengan batas yang jelas

  • Terletak paling luar maka sebagai proteksi

  • Susunannya rapat satu sama lain.

  • Jika di saluran selain proteksi juga bisa untuk akses transportasi misal alveolus, usus halus (sebagai absorbsi bisa osmose maupun difusi) jika di kulit ya bisa sebagai indra.

  • Sangat cepat regenerasinya karena sebagai proteksi segera harus tergantikan jika rusak.

  • Tentu tidak ada pembuluh darah dalam jaringan ini (zat makanan diberikan ke jaringan secara difusi dari pembuluh darah kapiler) yang terletak di jaringan di bawahnya.

  • Bentuknya bervariasi tergantung dari letak maupun perannya ( posisi menentukan peran)


B.     Embriologi

Jaringan epitel dapat berasal dari:

  1. Ektoderm. Misalnya epitel pada kulit

  2. Endoderm. Misalnya epitel pada saluran pencernaan

  3. Mesoderm. Misalnya epitel pada saluran kemih


C.     Fungsi Epithel

Epitel memiliki berbagai fungsi tergantung dari posisi jaringan. Fungsinya antara lain:

  1.  Sebagai pelindung

  2. Sebagai alat penyaring atau filtrasi

  3. Sebagai alat sekresi

  4. alat absorpsi

  5. Mendukung sistem respirasi


Dalam rangka fungsinya sebagai pelindung, biasanya epitel sendiri pun diberi pelindung yaitu lapisan tanduk (korneum), silia, dan lapisan lendir.


  1. Klasifikasi


 Berdasarkan Bentuk & Susunannya dibedakan:

1. Epitel pipih selapis

jaringan epitel skuamosa selapis

  • Epitel selapis pipih terdiri dari satu lapis saja dan sel berbentuk pipih.

  • Lokasi: pembuluh limfe, kapsula glomerulus, alveoli, peritonium, pleura, perikardium.

  • Fungsi: difusi, filtrasi


2. Epitel kubus selapis

jaringan Epitel kubus selapis

  • Epitel selapis kubus terdiri dari satu lapis sel dan sel berbentuk seperti kubus.

  • Lokasi: tubulus ginjal, saluran kelenjar ludah, kelenjar keringat, permukaan ovari, permukaan dalam lensa mata, sel-sel berpigmen dari retina.

  • Fungsi: sekresi dan absorbsi


3. Epitel silindris selapis

jaringan epitel kolumnar selapis

  • Epitel selapis silindris terdiri dari satu lapis sel dan selnya berbentuk silindirs (torak).

  • Lokasi: lambung, usus, kelenjar pencernaan, kantong empedu, saltran uterus, uterus, rongga hidung.

  • Fungsi: sekresi dan absorpsi


4. Epitel pipih berlapis

jaringan epitel pipih berlapis

  • Epitel berlapis pipih sebenarnya tidak semuanya berbentuk pipih.

  • Yang berbentuk pipih hanya pada sel sebelah atas.

  • Sel pada lapisan terbawah dapat berbentuk silindris.

  • Lokasi: epidermis, vagina, mulut, esofagus, saluran anus, ujueg uretra.

  • Fungsi: proteksi


5. Epitel kubus berlapis


jaringan epitel kuboid berlapis

  • Epitel berlapis kubus jarang ditemukan pada tubuh.

  • Lokasi: kelenjar keringat, kelenjar minyak, kelenjar tiroid, ovarium, zakar.

  • Fungsi: sekresi dan ekskresi


6. Epitel silindris berlapis banyak

  • Epitel berlapis silindris jarang ditemukan. Paling banyak terdiri dari dua lapisan saja.

  • Lokasi: saluran kelenjar ludah, saluran kelenjar susu, uretra, laring, faring, langit-langit mulut.

  • Fungsi: sekresi dan pergerakan.


7. Epitel silindris berlapis semu

epitel kolumnar berlapis semu

  • Lokasi: saluran reproduksi, rongga hidung, saluran kerongkongan,

  • Fungsi: sekresi, proteksi dan gerakan zat


8. Epitel transisional

  • Pada epitel ini, strukturnya mirip epitel berlapis gepeng.

  • Pada lapisan atas terdapat lapisan sel yang berbentuk payung (sel payung).

  • Sel payung dalam keadaan regang akan memipih, misalnya dalam keadaan saluran terisi penuh.

  • Lokasi: saluran kencing, kandung kemih, ureter, ginjal.

  • Fungsi: memungkinkan perubahan dalam bentuk.


http://www.vetmed.vt.edu/education/curriculum/vm8054/labs/lab4/lab4.htm

Perhatikan dan pelajari perbedaan strukturnya gambar-gambar berikut ini!

Identifikasi : selapis sel yang datar yang mengelilingi ruang kosong yang besar.

Lokasi:  paru-paru (membatasi alveolus, kantung udara) dan membatasi pembuluh

Fungsi :  Pertukaran gas (difusi)




















Identifikasi : selapis sel berbentukmenyerupai kubus dengan ukuran nucleus yang besar dan berbentuk bulat. Umumnya tersusun melingkar (membentuk tubulus).

Lokasi : tubulus ginjal

Fungsi :  absorspsi dan sekresi










 









B



 

 

Identifikasi : selapis sel yang memanjang, nucleus berbentuk oval dekat dengan membrane basalis.

Lokasi:  interstinum-jejenum

Fungsi :  absorspsi dan sekresi










silindris selapis









C



Identifikasi : selapis sel yang memanjang akan tetapi memiliki ketinggian yang berbeda dengan susunan nukleus tidak beraturan

Lokasi:  trakea

Fungsi :  sekresi dan pergerakan lender

Fitur : silia sel goblet






















Identifikasi : lapisan sel pipih yang berlapis-lapis, bentuk sel semakin ke permukaan semakin pipih, mendekati dasar akan semakin kuboid.

Lokasi:  pembatas rongga mulut dan esofagus.

Fungsi :  perlindungan dari abrasi dan infeksi

eiptel pipih berlapis


http://biology.uco.edu/AnimalBiology/Tissues/epithelium-simple-cuboidal2.jpg