1060

sedang migrasi dari konsepbiologi.wordpress.com

slide 2 title

sedang migrasi dari konsepbiologi.wordpress.com.

slide 3

sedang migrasi dari konsepbiologi.wordpress.com

slide 4 =

sedang migrasi dari konsepbiologi.wordpress.com

slide 5

sedang migrasi dari konsepbiologi.wordpress.com

Wednesday, October 26, 2011

gangguan sistem peredaran darah

gangguan sistem peredran darah melipui gangguan dan kelainan pada darah, pembuluh, jantung dan karena kebiasaan juga penyakit.

Kelainan Pada Sistem Peredaran Darah

Kelainan atau penyakit pada sistem peredaran darah antara lain:

  1. Arteriosklerosis yaitu pengerasan pembuluh nadi karena endapan lemak berbentuk plak (kerak) yaitu jaringan ikat berserat dan sel-sel otot polos yang di infiltrasi oleh lipid (lemak)

  2. Ambolus yaitu tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang bergerak.

  3. Anemia yaitu rendahnya kadar hemoglobin dalam darah atau berkurangnya jumlah eritrosit dalam darah

  4. Varises yaitu pelebaran pembuluh darah di betis

  5. Trombus yaitu tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang tidak bergerak .

  6. Hemofili yaitu kelainan darah yang menyebabkan darah sukar membeku (diturunkan secara hereditas)

  7. Leukemia (kanker darah ) yaitu peningkatan jumlah eritrosit secara tidak terkendali.

  8. Erithroblastosis fetalis yaitu rusaknya eritrosit bayi/janin akibat aglutinasi dari antibodi yang berasal dari ibu.

  9. Thalasemia yaitu anemia yang diakibatkan oleh rusaknya gen pembentuk hemoglobin yang bersifat menurun.

  10. Hipertensi yaitu tekanan darah tinggi akibat arteriosklerosis

  11. Hemeroid (ambeien) pelebaran pembuluh darah di sekitar dubur

Pembuluh darah dan peredaran darah

A. Pengelompokan pembuluh darah

Pembuluh darah pada mnusia dibedakan menjadi 2 kelompok berdasarkan arah aliran darahnya. Pembuluh darah yang arahnya meninggalakan jantung disebut dengan Arteri sedangkan yang arah aliran darahnya menuju ke jantung disebut dengan vena.

Perbedaan arteri dengan vena yang lain selain dari aspek aliran darahnya, dapat pula dilihat dari aspek letaknya dari permukaan tubuh, semburan jika pembuluh tersebut dipotong, elatisitasitas pembuluh. Arteri terletak jauh dari permukaan tubuh jika dibandingkan dengan vena yang dekat dengan permukaan tubuh. jika dilihat dari segi kekuatan tekanan pada pembuluh maka arteri memiliki kekuatan tekanan yang lebih besar dibandingkan dengan vena, sehingga arteri jika dipotong akan menyebabkan darah akan menyembur keluar dengan deras., karena arteri berhubungan langsung dengan bilik kiri. Jik dilihat dari tingkat elastisitasnya maka arteri lebih elastis dibandingkan dengan vena.

B. Macam peredaran Darah

Peredarah darah manusia dibagi menjadi dua kelompok yaitu peredaran darah besar dan peredaran darah kecil. Nama lain peredaran darah besar dalah peredaran darah sistemik sedangkan nama lain peredaran darah kecil disebut dengan peredaran darah pulmonalis. Jalur Peredaran darah kecil meliputi jantung kemudian ke menuju paru-paru dan kembali lagi ke janung. Sedangkan peredaran darah besar mengambil jalur dri jntung kemudian menuju seluruh tubuh kemudian kembali lagi ke jantung. Lihat gambar berikut ini.

[caption id="attachment_397" align="alignleft" width="400" caption="peredaran darah ganda pada manusia"][/caption]

Dari gambar tersebut analisislah manakah yang termasuk perdarah darah sistemik dan yang mana peredaran pulmonaris!

peredaran darah sistemik dimulai dari bilik kiri ke bagian semua bagian tubuh dan berakhir di serambi kanan. Sedangkan peredaran darah pulmonaris dimulai dari bilik kanan menuju paru-paru dan berakhir di serambi kiri.

Karena darah mengalir dua kali melwati jantung maka peredaran darah tipe ini disebut peredaran darah ganda. selain itu karena darah selalu beredar di dalam pembuluh darah maka disebut dengan peredaran darah tertutup. Penjelasan di atas menjelaskan makan peredaran darah ganda dan tertutup.

Perhatikan pada pembuluh darah yang meninggalkan jantung melalui aorta. Pembuluh ini disebut dengan arteri dengan kandungannya kaya akan oksigen. Kemudian bagaimana dengan pembuluh lain yang keluar dari jantung(bilik kanan) yang langsung menuju ke paru-paru? apakah pembuluh darah arteri ini juga mengandung oksigen?

hal yang serupa juga sebaiknya Anda analisis untuk vena yang langsung dari paru-paru apakah kandungannya kaya akan CO2?

Selain hal tersebut di atas konsep yang perlu dikuasai adalah arah aliran dari darah pada jantung adalah dari serambi ke bilik, sama seperti ketika Anda masuk ke dalam rumah yang sopan adalah melewati serambi dahulu baru masuk ke bilik/kamar Anda kan, demikian juga dengan darah-serambi dulu baru bilik.

Pertanyaan refleksi:

1. Harus melewati pembuluh apakah agar darah yang kaya akan CO2 dapat mengikat kembali CO2?

2. Apakah pembuluh arteri selalu mengangkut oksigen?

3. kemanakah arah aliran darah pada jantung?

4. Di jantung bagian manakah berakhirnya peredaran sistemik dan pulmonaris?

5. Di jantung bagian manakah peredaran darah sistemik dan pulmonaris dimulai?

6. Di bagian mana saja terjadi pertukaran gas CO2 dan O2?

posting selanjutnya adalah mengenai gangguan yang terjadi pada sistem peredaran darah.

Struktur jantung manusia

[caption id="attachment_405" align="alignleft" width="136"] jantung[/caption]

Jantung manusia tersusun atas tiga lapisan yaitu endokardium yang berbentuk selaput, miokardium yaitu lapisan yang tersusun dari otot-otot jantung, dan perikardium yaitu lapisan yang berbentuk selaput yang terbuat dari jaringan ikat longgar

Jika jantung dibelah maka akan tampak bagian dallamnya, bagian dalam jantung terbagi atas rongga-rongga. Rongga yang dimiliki jantung terdiri atas empat rongga. empat rongga ini dibagi atas dua kelompok yaitu atrium/serambi dan ventrikel/bilik, yang masing-masing terbagi menjadi kiri dan kanan.

[caption id="attachment_404" align="alignleft" width="627"] Jantung manusia[/caption]

selain terbagi dalam rongga-rongga, aspek lain yang perlu diketahui bahwa pada jantung memiliki struktur yang menyebabkan darah tidak bisa kembali ke tempat sebelumnya sehingga akan menyebabkan darah hanya mampu beredar dalam satu arah saja/tidak bolak-balik. Struktur yang memegang peranan ini adalah klep jantung yang berada di antara atrium dan ventrikel.

Di antara atrium kiri dan serambi kiri terdapat dua buah klep, sedangkan di antara atrium kanan dan serambi kanan memiliki tiga klep. Pemberian nama klep jantung didasarkan pada jumlah klep tersebut. jika jumlahnya dua maka digunakan bi, jika digunakan tiga maka digunakan kata tri. klep/katup dalam bahasa latin disebut valvula, tinggal ditambahkan dengan akhiran pidalis. Jadi untuk lep yang berjumlah dua disebut valvula bikuspidalis, sedangkan yang tiga klep disebut dengan valvula trikuspidalis.Selain dua klep tersebut masih ada lagi klep yang disebut valvula semilunaris yang berbentuk bulang sabit yang berfungsi agar darah tidak kembali ke jantung.kuat terletak pada bagian jantung bilik kiri.ventrikel kiri/sinister ventrikel. Hal ini disebabkan karena pada bagian jantung ini digunakan untuk memompa darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh.

kondisi bilik kiri jantung mengalami pengembangan terbesar disebut dengan keadaan sistole. Pda kondisi ini kecepatan aliran darah yang tertinggi. Sedangkan pada waktu bilik kiri mengempis maksimum disebut dengan diastole. orang dewasa normal memiliki perbandingan sistole/diastole adalah 120/80. Jantung bisa mengembang dan mengempis karena karakter dari otot jantung.

posting selanjutnya adalah mengenai pembuluh darah dan peredaran darah.

Friday, October 21, 2011

Sistem peredaran darah

Dalam sistem peredaran darah cakupannya meliputi:

  1. Darah

  2. Pembuluh darah

  3. Jantung


tambahan: penggolongan darah dan teorinya

1. Darah

Darah ada dua komponen yaitu komponen padat dan cair. komponen yang cair disebut plasma darah sedangkan yang padat adalah sel darah.

Pada plasma darah tersusun atas air dan zat terlarut. Zat terlarutnya adalah :

  • protein (albumin, immunoglobulin (globulin) dan fibrinogen )

    • albumin berperan dalam menjaga tekanan osmosis darah

    • imunoglobulin berperan dalam sistem kekebalan tubuh

    • fibrinogen berperan sebagai faktor pembeku darah



  • mineral,

  • produk sisa,

  • hormon,

  • garam terlarut dan

  • mineral seperti kalsium, sodium dan potasium


dari kandungan protein plasma darah di atas maka setidaknya dapat kita ketahui 2 fungsi darah yaitu sebagai sistem kekebalan tubuh dan menutup luka.

sekarang kita pelajari komponen kedua darah yaitu komponen yang berbentuk padatan yaitu sel darah. Sel darah dibagi menjadi 3 macam yaitu: sel darah merah/eritrosit, sel darah putih/leukosit dan keping darah/trombosit.

2.1. Keping darah atau trombosit

  • Trombosit berasal dari sel megakariosit yang pecah menjadi bagian-bgian kecil. bgian-bagian kecil itu yang yang disebut platelet atau trombosit

  • Megakariosit berasal dari sel meiloblast yang juga merupakan induk sel leukosit. (lihat gambar dibawah ini

    [caption id="attachment_366" align="alignleft" width="560"]diferensiasi darah diagram diferensiasi darah[/caption]

  • Harga normal : 200.000 – 400.000 / mm2

  • Trombosit berfungsi sebagai sistem pembekuan darah


Mekanisme Pembekuan Darah




  • Proses pembekuan darah →melalui 3 tahap :

  • Suatu zat yang dinamakan aktivator protrombin atau trombokinase yang berada di trombosit terbentuk akibat robeknya pembuluh darah atau rusaknya darah itu sendiri.

  • Aktivator protrombin mengaktifkan perubahan protrombin menjadi trombin.

  • Trombin bekerja sebagai enzim yang mengubah fibrinogen menjadi benang benang fibrin yang. menyaring sel-sel darah merah dan plasma untuk membentuk bekuan itu sendiri.


2.2. Sel darah merah atau eritrosit

  • Bentuk eritrosit diskus bikonkaf dengan diameter 8,6 µm

  • Mengandung haemoglobin (Hb) yaitu suatu protein yang mengandung zat besi dan karbonik anhidrase (suatu enzim yang terlibat dalam transport O2)

  • Jumlah normal :

  • pria : 4,5 juta – 5,5 juta / mm2, dan

  • wanita : 4 juta – 5 juta / mm2


Fungsi Eritrosit




  • Fungsi eritrosit adalah mengangkut O2 dari paru-paru ke seluruh sel tubuh, sedang CO2 juga diangkut oleh eritrosit dan plasma darah.

  • Daya angkut O2 tersebut akibat Hb mempunyai afinitas terhadap O2, dimana 1 g Hb mampu mengangkut 1,34 cc O2, atau 100 cc darah mengangkut 20 cc O2

  • Harga normal Hb : pria : 13 – 16 g%, sedang wanita : 12 – 14 g%


Metabolisme Eritrosit




  • Umur eritrosit adalah 120 hari

  • Eritrosit mati → mengalami destruksi di limpa, kemudian hemoglobin akan dipecah menjadi heme dan globin

    • hemoglobin → haem/heme + globin



  • Haem/heme akan diubah menjadi zat besi dan porfirin

    • heme → besi + porfirin,

      • zat besi digunakan untuk membentuk eritrosit baru sedangkan porfirin akan diubah menjadi bilirubin




      • Porfirin → bilirubin → mewarnai urine (urobilin) dan feses (sterkobiline)




  • Tempat pembuatan sel eritrosit adalah: hati, sumsum tulang dan limpa.


2.3. Sel darah putih atau trombosit

Leukosit Granular

[caption id="attachment_374" align="alignleft" width="75"] netrofil[/caption]




[caption id="attachment_376" align="alignleft" width="102"] eosinofil[/caption]







[caption id="attachment_375" align="alignleft" width="107"] basofil[/caption]






  • Neutrofil : granula tidak berwarna

  • Eosinofil : granula berwarna merah pada pewarnaan asam

  • Basofil : granula berwarna biru pada pewarnaan basa


Leukosit Agranular


  • Monosit : merupakan sel besar dengan bentuk nukleus oval atau seperti ginjal



    • [caption id="attachment_377" align="alignright" width="75"] monosi[/caption]



  • Limfosit : mempunyai nuleus yang besar dan mengisi hampir seluruh sel


[caption id="attachment_378" align="alignright" width="73"] limfosit[/caption]

Kadar normal leukosit adalah:




  • Basofil : 0 – 1 %

  • Eosinofil: 2 – 4 %

  • Batang : 1 – 5 %

  • Segmen: 51 – 67 %

  • Limfosit : 20 – 30 %

  • Monosit: 2 – 6 %


Fungsi Leukosit


Granulosit dan monosit berfungsi untuk:




  • Melindungi tubuh terhadap invasi organisma dengan cara memakanya yang disebut : fagositosis, dan

  • Mampu menembus dinding pembuluh darah melalui pori pori yang disebut proses diapedesis

  • Limfosit berfungsi untuk proses kekebalan (imunitas seluler)


Tempat Pembuatan Leukosit




  • Granulosit dan monosit dibuat di sumsum tulang

  • Limfosit dibuat di sumsum tulang,

    • kemudian yang berkembang di sumsum tulang belakang maka disebut limfosit B (Bone narrow)

    • kmeudian ada limfosit yang lain berkembang di timus maka disebut limfosit T (Thymus)




Sel Darah

hematopoietic

tambahan :

Beda Serum dan Plasma Darah

  • Jika darah dibiarkan invitro maka akan terjadi pembekuan, dan diatas bekuan timbul cairan jernih yang disebut : Serum

  • Jadi perbedaan serum dan plasma darah terletak pada ada tidaknya sistem pembekuan darah.

  • Plasma → mengandung sistem pembekuan darah, serum tidak


Hematokrit

  • Hematokrit darah : adalah persentase darah yang berupa sel.

  • Hematokrit 40 berarti 40 % dari volume darah adalah sel, sedang sisanya plasma.

  • Harga normal pria : 42, wanita : 38



Pada posting selanjutnya kita akan pelajari tentang jantung sebagai pemompa darah,  pembuluh darah, penggolongan darah